Lensa Kamera adalah merupakan sebuah mata dari kamera. Tanpa lensa, kamera tidak bisa digunakan, sepertihalnya mata manusia. Dalam aktifitas fotografi, lensa juga merupakan alat vital selain kamera. Pemilihan lensa dalam aktivitas fotografi juga sangat penting. Mari kita bahas lebih lanjut seluk beluk tentang lensa kamera.


Pengertian Lensa Kamera

Lensa Kamera adalah merupakan alat vital dari kamera yang berfungsi memfokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (atau lebih umum dikenal dengan nama film). Terdiri atas beberapa lensa yang berjauhan yang bisa diatur sehingga menghasilkan ukuran tangkapan gambar dan variasi fokus yang berbeda. (wikipedia)


Struktur Lensa

Lensa memiliki beberapa struktur, tergantung jenis dan mereknya. Tetapi yang jelas ada beberapa struktur penting yang terdapat di setiap lensa, seperti pada gambar berikut ini :

struktur lensa kamera manual dan digital

Struktur Lensa Kamera Manual

  1. Body Lensa, merupakan bentuk atau badan lensa
  2. Kaca Lensa, Bagian Inti dari lensa kamera
  3. Cincin Fokus, untuk menentukan fokus pada lensa
  4. Cincin Focal length, untuk menentukan jarak focal length
  5. Cincin diafragma, untuk menentukan nilai diafragma
  6. Rear Cap, tutup belakang lensa kamera

Struktur Lensa Kamera Digital

  1. Body Lensa, merupakan bentuk atau badan lensa
  2. Front Cap, tutup depan lensa kamera
  3. Cincin Fokus, untuk menentukan fokus pada mode manual
  4. Cincin Focal length, untuk menentukan jarak focal length
  5. Tombol Auto Fokus, untuk mengganti mode auto fokus atau manual fokus
  6. Tombol Image Stabilizer, untuk menghidupkan fitur Image Stabilizer
  7. Rear Cap, tutup belakang lensa kamera

Jenis-jenis Lensa Kamera

Jenis ada bermacam-macam, bisa tergantung pada bentuk, model, fungsi dan mereknya masing-masing. Berikut ini jenis-jenisnya :

Jenis Lensa Kamera Menurut Teknologinya

Lensa Kamera Manual

Lensa Manual KameraDigunakan untuk kamera manual juga (SLR). Pengoperasian lensa ini serba manual, dari mulai menentukan titik fokusnya, sampai menentukan diafragmanya. Kebanyakan ciri fisik dari lensa manual bisa dilihat dari body nya yang terbuat dari besi dan yang jelas tidak ada tombol atau swit pengganti auto fokusnya.

Pada era sekarang, lensa manual juga bisa digunakan pada kamera digital, tetapi harus memodifikasi mount lensa manual tersebut agar dapat terpasang pada kamera digital. Keunggulan lensa manual ini adalah body nya yang kuat, serta jika menemukan titik fokus yang pas maka hasil nya akan sangat tajam.

Lensa Kamera Digital

Lensa Kamera DigitalDigunakan untuk kamera digital atau kamera DSLR ( Digital Single Lens Reflect ). Pengoperasian lensa digital ini bisa manual ataupun otomasis, karena terdapat tombol auto focusnya. Tetapi jika menggunakan pada mode auto focus, jangan sekali-kali memutar cincin autofokus nya, karena akan merusak lensa digital tersebut.

Ciri dari lensa digital biasanya terbuat dari bahan sejenis plastik, mempunyai fitur autofokus dan yang pasti digunakan di kamera digital. Keunggulan pada lensa ini tentu pada fitur autofocusnya di bandingkan dengan lensa manual.

Jenis Lensa Menurut Fungsi dan Focal Length nya

Berikut ini adalah jenis-jenis lensa menurut fungsinya dan focal length nya, bisa dijadikan referensi jika sobat ingin membeli lensa baru. Jangan salah pilih ya.

Lensa Standar / Normal

Lensa Canon Fix 50mmMemilik focal length antara 35mm – 70mm. Yang paling umum dari lensa standar adalah yang memiliki focal length 50mm ( seperti lensa Fix canon 50mm f1.8). Karena lensa yang focal length nya 50mm, pandangannya sama dengan mata manusia.

Biasanya digunakan untuk dokumentasi dan street fotografi, dimana seorang fotografer dituntun untuk bergerak cepat dan mengambil foto yang menarik. Keuntungan dari lensa  ini adalah tidak terlalu besar dan mudah dibawa kemana-mana.

Lensa Medium Telephoto

Lensa CanonEF 100mm USMMedium Telephoto memilik focal length antara 80mm – 135mm. Jangkauan fokus antara 80-135mm hampir selalu digunakan oleh fotografer untuk memotret portrait atau model. karena pada focal lengt tersebut tidak mungkin terjadi distorsi.

Lensa kamera fix pada jenis medium telephoto ini adalah kamera yang ideal untuk memotret portrait atau model. Karena seperti yang dikatakan tadi tidak akan terjadi distorsi. Canon EF 100mm f/2.8 Macro USM adalah contoh dari salah satu jenis lensa kamera medium telephoto.

Lensa Telephoto

Lensa Canon EF 200mm IS USM f2LTelephoto memilik focal length antara 135mm dan 300mm. Ciri lensa ini panjang, lensa ini memiliki jangkauan yang lumayan jauh. Sehingga fungsi di buatnya kamera ini adalah untuk fotografi olah raga ataupun fotografi satwa liar.

Kenapa  digunakan untuk fotografi olah raga atau fotografi satwa liar? karena tidak mungkin jika kita seorang fotografer olahraga ingin menggambil sebuak olah raga motogp misal dan kita memotret harus mendekat sampai kelintasan ? atau pun jika kita di hutan ingin memotret singa dan kita harus mendekat ke singa tersebut ? Salah satu contoh  adalah Canon EF 200mm IS USM f/2L.

Lensa Super Telephoto

 Lensa AF-S NIKKOR 300mm f2.8G ED VR IISuper Telephoto memilik focal length lebih dari 300mm. Ciri lensa ini panjang, dan sering dibutuhkan tripod lensa untuk menopang bagian depan lensa yang terlalu panjang. Dan yang perlu diingat, harga dari lensa super telephoto ini juga sangant superrr sekale..

Fungsi dari Super Telephoto sama dengan lengsa kamera telephoto, yaitu untuk fotografi olahraga dan fotografi satwa liar. Super telephoto digunakan jika seorang fotograer menginginkan lensa yang lebih dari telephoto. Salah satu contoh dari super telephoto adalah AF-S NIKKOR 300mm f/2.8G ED VR II .

Lensa Wide Angle

Lensa Tokina AT-X 116 Pro DX lensMemilik focal length dibawah 20mm. Seperti namanya, wide angle ini memiliki daya tangkap yang lebar. Lensa ini akan menghasilkan distorsi gambar.

Fungsi dari wide angle adalah untuk memotret pemandangan, memotret arsitektur, terkadang juga digunakan untuk memotret sekumpulan orang banyak. Sering kita mendengar kata Fotografi Landscape, fotografi landscape cocok sekali menggunakan jenis lensa wide angle ini. Salah satu contoh dari wide angle adalah Tokina AT-X 116 Pro DX lens.

Lensa Fisheye

Lensa Canon EF 8-15mm f4L fisheye USMFisheye merupakan lensa yang spesial. Lensa Kamera Fisheye biasanya memiliki focal length  antara/dibawah 10mm. Lensa fisheye ini akan menghasilkan gambar yang unik, sangat distorsi sampai gambar melingkar yang menghubungkan antara sisi sisi gambar/foto.

Karena fisheye adalah lensa yang spesial, digunakan juga yang spesial-spesial, contoh nya jika seorang fotografet ingin menampilkan effek fisheye pada fotonya. Salah satu contoh dari Fisheye adalah Canon EF 8-15mm f/4L fisheye USM.

Jenis Lensa Yang Sering Dijumpai

Jenis lensa yang sering dijumpai ada 2 macam. Apa itu ? pasti sering dengar dan mungkin anda mempunyai kedua jenis lensa ini. Mari kita Simak.

Lensa Zoom

Merupakan lensa yang bisa di zoom, atau lensa yang memiliki rentang focal length, misal lensa Canon EFS 18-mm IS, itu merupakan lensa zoom.

Lensa Fix

Merupakan lensa yang sudah ditetapkan focal length nya, tidak bisa di zoom, jadi yang maju mundur adalah fotografernya. Lensa fix cenderung lebih tajam hasilnya dibandingkan dari lensa zoom. (kelas yang sama). Contoh dari lensa fix adalah lensa Canon 50mm f1.8.


Kesimpulan

Uraian tentang lensa kamera diatas merupakan uraian basic yang harus di ketahui oleh fotografer sang Fotografer. Pemilihan lensa yang pas dalam setiap aktivitas fotografi sangat membantu dan mempengaruhi dari hasil akhir sebuah aktifitas fotografi tersebut. Semoga bisa bermanfaat, terima kasih.

5 Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.